Menurut penuturan Imam penjara bernama Jon Young, hampir 80 persen napi di sana merupakan para mualaf yang memutuskan masuk islam setelah mendekam di penjara.
“Islam memiliki disiplin yang mereka tidak terima sebelumnya. Mereka jadi memiliki rasa persaudaraan, saling melindungi satu sama lain,” ucapnya.
Tentunya islam membawa perubahan dalam diri para napi dan hal tersebut terlihat oleh para keluarga napi diantaranya berkurangnya kata-kata kasar, lebih rajin beribadah dan memiliki sikap yang positif.
Salah satu napi yang merasakan indahnya islam adalah Ivan Seabrooks (41 tahun) yang telah dipenjara selama 13 tahun. Ia memperoleh hidayah masuk islam sekitar 6 tahun yang lalu saat berada di penjara Sing Sing.
Ivan yang dahulu sangat pemarah, berubah menjadi lebih penyabar dan mampu memiliki tujuan hidup. Sehingga ia pun kini mendapatkan gelar sarjana.
“Menjadi muslim mengubah seluruh perspektif saya. Dulu saya adalah seorang pria yang pemarah. Islam mengajarkan kesabaran,” tuturnya.baca selanjutnya....


