"Chinese, you and me are Indonesian"
Setelah Almarhum Gus Dur, sang guru bangsa mencabut stigma negatif tentang masyrakat Tionghoa di Indonesia, stigma yang dibarengi pengekangan (dikriminasi) terhadap etnis Tionghoa, kini Presiden Jokowi memberi tempat yang layak kepada pemudi etnis Tionghoa dalam upacara HUT Proklamasi ke-72. Wajar & pantas... kita semua setara, terpanggil serta punya hak & kewajiban yang sama untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.
Setelah Almarhum Gus Dur, sang guru bangsa mencabut stigma negatif tentang masyrakat Tionghoa di Indonesia, stigma yang dibarengi pengekangan (dikriminasi) terhadap etnis Tionghoa, kini Presiden Jokowi memberi tempat yang layak kepada pemudi etnis Tionghoa dalam upacara HUT Proklamasi ke-72. Wajar & pantas... kita semua setara, terpanggil serta punya hak & kewajiban yang sama untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.
"So, what next ?"
Anda semua masyarakat Tionghoa pun harus betul-betul menanggalkan sikap eksklusif anda di perusahaan, di toko & pabrik anda, di dunia pendidikan, di dalam komunitas tertentu misalnya di lembaga-2 keagamaan, dll.
Anda semua masyarakat Tionghoa pun harus betul-betul menanggalkan sikap eksklusif anda di perusahaan, di toko & pabrik anda, di dunia pendidikan, di dalam komunitas tertentu misalnya di lembaga-2 keagamaan, dll.
Juga dalam hal tempat tinggal. Berhentilah hidup mengelompok, mari membaur dengan seluruh masyarakat. Jangan lagi terdengar orang Tionghoa hanya mau percaya kepada sesamanya Tionghoa dalam urusan bisnis, pendidikan, agama, dll. Ini sisa-sia pengaruh politik "devide et impera" peninggalan Belanda !!!
KITA ADALAH SATU INDONESIA
SALAM BHINNEKA TUNGGAL IKA
SALAM BHINNEKA TUNGGAL IKA

