Kisah-kisah tentang hijrahnya umat dari agama lain menjadi muslim memang begitu luar biasa. Bagaimana bisa mereka yang berangkat dari agama lain hingga benar-benar menjadi muslim yang taat dalam begitu paham ilmu islam.Padahal banyak umat islam saat ini yang masih kurang mendapatkan ilmu agama secara benar-benar mendalam. Seperti kisah Ibrahim Gomez berikut ini yang layak menjadi pelajaran buat kita semua.
Kurang-lebih setahun setelah Subcomandante Marcos membacakan Deklarasi Pertama dan Hukum Revolusioner di hutan Lacandon, Negara Bagian Chiapas, Meksiko, Mohammed Nafia terbang dari Granada, Spanyol, dan menginjakkan kaki pertama kali di Negeri Sombrero.
“Mereka ingin mengambil tanah kita, sehingga tak ada lagi tempat berpijak untuk kaki kita. Mereka ingin mengambil alih sejarah kita, sehingga dunia akan melupakan kita. Mereka menginginkan kita semua mati,” kata Subcomandante Marcos kepada anak buahnya. Selama beberapa bulan, Nafia alias Aureliano Lopez Yruela mengklaim, menunggu Marcos, pemimpin kelompok gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista, keluar dari belantara hutan Lacandon. Lewat perantara, Nafia juga melayangkan surat kepada Sang Comandante.
“Kami dari Gerakan Murabitun Dunia mengundang Anda untuk duduk bersama perwakilan dari Chechnya, Kashmir, Baque, dan negara lain yang ada di garda depan perjuangan melawan tirani,” Nafia menulis, dikutip IBTimes. Tapi Marcos, pemimpin perlawanan rakyat Chiapas, tak pernah muncul dan tak pernah menanggapi surat Nafia.
baca selanjutnya...
Kurang-lebih setahun setelah Subcomandante Marcos membacakan Deklarasi Pertama dan Hukum Revolusioner di hutan Lacandon, Negara Bagian Chiapas, Meksiko, Mohammed Nafia terbang dari Granada, Spanyol, dan menginjakkan kaki pertama kali di Negeri Sombrero.
“Mereka ingin mengambil tanah kita, sehingga tak ada lagi tempat berpijak untuk kaki kita. Mereka ingin mengambil alih sejarah kita, sehingga dunia akan melupakan kita. Mereka menginginkan kita semua mati,” kata Subcomandante Marcos kepada anak buahnya. Selama beberapa bulan, Nafia alias Aureliano Lopez Yruela mengklaim, menunggu Marcos, pemimpin kelompok gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista, keluar dari belantara hutan Lacandon. Lewat perantara, Nafia juga melayangkan surat kepada Sang Comandante.
“Kami dari Gerakan Murabitun Dunia mengundang Anda untuk duduk bersama perwakilan dari Chechnya, Kashmir, Baque, dan negara lain yang ada di garda depan perjuangan melawan tirani,” Nafia menulis, dikutip IBTimes. Tapi Marcos, pemimpin perlawanan rakyat Chiapas, tak pernah muncul dan tak pernah menanggapi surat Nafia.
baca selanjutnya...


