-->

Kisah Manuel, Katholik dari Lahir, Lalu Kristen Hingga Akhirnya Menjadi Muslim (2)

Gerakan Murabitun didirikan oleh Abdul Qadir as-Sufi, muslim asal Skotlandia, pemimpin tarekat Darqawi-Shadhili-Qadiri. Sebelum memeluk Islam, Abdul Qadir bernama Ian Dallas.

Nafia gagal membujuk Marcos bekerja sama, tapi dia sukses dalam urusan lain. Mulai hari itu, Islam masuk ke jantung kelompok Zapatista. Saat ini diperkirakan ada lebih dari 500 muslim dari suku Maya Tzotzil, salah satu pendukung utama kelompok perlawanan Zapatista.

Sejak masih remaja, Anatasio Gomez bergabung dengan Zapatista dan ikut masuk ke belantara hutan Lacandon. Pada 1996, oleh ayahnya, Manuel Gomez, Anatasio diminta datang ke ceramah Nafia. Tak lama setelah datang ke acara Murabitun, Anastasio mengucapkan syahadat, ”Tak ada Tuhan selain Allah, bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Sekarang Anatasio telah bersalin nama menjadi Ibrahim. Bersama beberapa muslim dari suku Tzotzil, Ibrahim sudah menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu. Kepada Der Spiegel beberapa tahun lalu, dengan penuh gairah Ibrahim Gomez, 33 tahun, menuturkan pengalamannya selama di Tanah Suci.

“Dalam Islam, ras sama sekali tak jadi masalah,” kata Ibrahim. Tak peduli dia keturunan suku Tzeltal, Tzotzil, Ch’ol, Tojolabal, Zoque, atau keturunan Eropa, semua tak ada beda.

Di Chiapas, wilayah termiskin di Meksiko, suku-suku asli seperti Tzotzil memang justru tak jadi tuan di tanahnya sendiri. Mereka malah jadi warga “kelas dua” dalam segala hal. Kondisi itulah yang membuat suku-suku miskin ini ikut angkat senjata bersama Zapatista melawan pemerintah Meksiko.

Setelah menjadi mualaf, Ibrahim mengajak puluhan anggota keluarga dan kerabat dari suku Tzotzil memeluk Islam, termasuk kakeknya yang sudah berumur 100 tahun. “Selama bertahun-tahun, beliau terus berpindah dari satu agama ke agama lain…. Sekarang dia sudah menemukan kedamaian bersama Allah,” kata Ibrahim.

Di antara 5,2 juta warga Chiapas, pemeluk Islam memang hanya beberapa butir pasir di tengah lautan pasir. Lebih dari separuh warga Chiapas masih tetap dekat dengan Gereja Katolik, dan sebagian lagi bergabung dengan gereja-gereja Kristen Protestan, yang marak berkembang di Chiapas sejak 1970-an.

Sebelum memeluk Islam, sebagian besar anggota suku Maya Tzotzil juga pernah menjadi jemaah Gereja Katolik atau Kristen Protestan. Seperti Manuel Gomez, misalnya. “Aku lahir sebagai seorang Katolik, kemudian beralih ke Kristen Presbyterian, dan sekarang aku seorang muslim,” kata Manuel kepada Guardian.

baca selanjutnya...
Back To Top